Kabarjatimnews.id | PACITAN — Tim Dewan Juri dari Pengurus Wilayah Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Jawa Timur bersama Yayasan Demasindo memulai visitasi lapangan untuk menilai kelayakan Masjid Baitus Shomad, Kecamatan Tegalombo, Kabupaten Pacitan, pada Sabtu malam (18/7/2026). Penilaian ini merupakan bagian dari ajang penghargaan regional "Masjid Award 2026" yang berlangsung maraton sejak 8 hingga 26 Juli 2026 mendatang.
Dalam proses asesmen tersebut, tim juri melakukan pemeriksaan langsung terhadap tiga indikator utama: tata kelola manajemen (idarah), pemeliharaan fasilitas (imarah), dan realisasi program pemberdayaan ekonomi maupun sosial bagi jemaah setempat (ri'ayah). Langkah uji petik ini diklaim menjadi parameter untuk menyaring masjid-masjid nominator di tingkat provinsi.
Kehadiran jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca) Tegalombo, termasuk perwakilan Koramil 0801/04 Tegalombo dan Polsek Tegalombo, di lokasi acara memicu sorotan mengenai batasan fungsi aparat penegak hukum dan teritorial dalam kegiatan keagamaan masyarakat. Publik kerap mempertanyakan apakah pendampingan massif dari birokrasi dan aparat lokal ini murni demi kelayakan substansial masjid atau sekadar pemenuhan formalitas birokrasi agar wilayah dinilai berprestasi.
Mewakili Danramil, Sertu Hedy menegaskan bahwa keterlibatan TNI dalam ruang keagamaan ini merupakan bagian dari implementasi fungsi Pembinaan Teritorial (Binter). Menurutnya, personel Babinsa dilibatkan untuk membantu memastikan kelancaran teknis di lapangan, termasuk kegiatan gotong royong fisik yang selama ini berjalan di area rumah ibadah.
"Kehadiran kami adalah bentuk implementasi Binter untuk membangun kebersamaan warga. Selain pendampingan acara, personel di lapangan juga ikut dalam aksi gotong royong pemeliharaan fasilitas," ujar Sertu Hedy saat memberikan keterangan, Sabtu.
Di sisi lain, publik dan pengamat sosial mengingatkan pentingnya objektivitas tim penilai agar penghargaan ini memberikan dampak konkret jangka panjang, bukan sekadar simbolis. Indikator pemberdayaan jemaah diharapkan dinilai berdasarkan data riil serapan bantuan dan kemandirian ekonomi masjid, bukan tampilan fisik sesaat menjelang visitasi.
Kegiatan visitasi malam itu turut dihadiri oleh Camat Tegalombo Aswin R, Ketua Tim Yayasan Demasindo Jatim KH. Moh. Syakur, Ketua DMI Kabupaten Pacitan Dr. H. Moh Nurul Huda, Kepala KUA Tegalombo Moh. Mungid, Kapolsek Tegalombo AKP Rusminto, serta Ketua Ta'mir Masjid Besar Baitus Shomad, H. Ediyanto. Hasil akhir dari rangkaian asesmen lapangan di berbagai wilayah Jawa Timur ini baru akan diumumkan setelah seluruh proses verifikasi fisik selesai dievaluasi secara kolektif oleh dewan juri. (*)
Posting Komentar
0Komentar