Gelar Kejuaraan di Tengah Bayang-Bayang Gesekan, IKS PI Pacitan Dikawal Ketat Aparat

Kabar Jatim News
By -
0


Kabarjatimnews.id | PACITAN – Kejuaraan Pencak Silat IKS PI Kera Sakti Cabang Pacitan resmi digelar di Desa Sooka, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan pada Sabtu (18/7/2026) malam. Langkah ini menjadi sorotan di tengah upaya berbagai pihak menekan potensi gesekan antar-perguruan silat di wilayah Jawa Timur, khususnya melalui komitmen penegakan sportivitas dan pengawalan ketat dari aparat keamanan gabungan.

​Turnamen yang memperebutkan gelar juara cabang ini dihadiri oleh jajaran fungsionaris kecamatan dan aparat penegak hukum. Tampak hadir dalam kegiatan tersebut Camat Punung Pudji Haryono, Kapolsek Punung AKP Mahmudi Kurnianto beserta 15 personel kepolisian, serta Danramil 10/Punung yang diwakili oleh Pelda Arianto bersama 4 anggotanya. Kehadiran personel keamanan dalam jumlah signifikan ini mengindikasikan pentingnya pengawasan ketat guna memastikan kondusivitas selama acara berlangsung.

​Selain unsur jajaran Forkopimcam dan Kepala Desa Sooka Eko Wahyudi, ajang ini juga dihadiri oleh Ketua IPSI Cabang Pacitan Khusnul Khoirudin, Ketua IKS PI Cabang Pacitan Triono, serta Ketua Ranting PSHT Punung Sukoco. Kehadiran tokoh-tokoh lintas organisasi ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat komunikasi antar-perguruan di tingkat akar rumput.

​Mewakili Danramil, Pelda Arianto menegaskan bahwa kehadiran TNI bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk pengawasan dan dukungan konkret agar pembinaan generasi muda melalui pencak silat tidak melenceng menjadi kegiatan negatif. Publik kerap menyoroti rivalitas antar-oknum pesilat yang rentan memicu konflik horizontal, sehingga komitmen dari internal organisasi sangat diuji dalam turnamen ini.

​"Kami pihak Koramil Punung hadir sebagai bentuk dukungan untuk memastikan turnamen berjalan sportif dan menjadi wadah positif guna menjauhkan generasi muda dari kegiatan negatif seperti tawuran," ujar Pelda Arianto pada Sabtu malam.

​Ia juga menambahkan, ajang yang melibatkan 36 peserta kejuaraan ini harus dimanfaatkan secara optimal untuk menjaring bibit atlet berprestasi dan melestarikan warisan budaya, alih-alih memelihara fanatisme kelompok yang sempit.

​Kompetisi ini dipimpin oleh 5 dewan juri dari IPSI dan dikawal ketat oleh tim pengamanan internal (Pam IKS PI) sebanyak 20 personel di bawah pimpinan Aris S. Kendati turnamen di Desa Sooka ini berjalan tertib, tantangan sesungguhnya berada pada konsistensi para pesilat dalam menjaga perdamaian di luar arena pertandingan.

​Keterlibatan aktif Koramil dan Polsek Punung dalam mengawal kejuaraan ini menegaskan bahwa aspek keamanan tetap menjadi prioritas utama. Kedewasaan organisasi silat di Pacitan kini diuji untuk membuktikan bahwa pencak silat mampu menjadi instrumen pemersatu, bukan pemicu keresahan masyarakat. (*)

Tags:

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)