Kabarjatimnews.id | PACITAN - Awal progres pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda di Sungai Dhedem, Dusun Mojo, Desa Pucangombo, Kecamatan Tegalombo, Kabupaten Pacitan, saat ini telah memasuki tahapan awal. Pengerjaan kini difokuskan pada penggalian lubang Anchor pondasi tiang yang akan berfungsi sebagai struktur utama penyangga jembatan gantung.
Dalam proses tersebut, sejumlah personel TNI AD dari Koramil 0801/04 Tegalombo bersama warga setempat bergotong royong di lokasi pembangunan. Kegiatan fisik yang sedang berjalan meliputi penggalian lubang Anchor, pemasangan batu, pengecoran, serta penataan saluran air di sekitar area pembangunan.
Danramil 0801/04 Tegalombo, Kapten Inf Totok Dwi Wahono mengkonfirmasi bahwa anggota Babinsa dan warga saat ini dikonsentrasikan untuk menyelesaikan pondasi dasar. Menurutnya, tahapan ini menentukan daya tahan jangka panjang dari jembatan tersebut.
"Alhamdulillah progres pembangunan sudah memasuki tahap awal yaitu penggalian lubang Anchor pondasi utama untuk penguat tiang jembatan. Tahapan ini sangat penting karena menjadi dasar kekuatan dan ketahanan jembatan yang akan dibangun," ujar Kapten Totok saat memberikan keterangan di lokasi Jembatan Gantung Garuda Sungai Dhedem, Dusun Mojo, Desa Pucangombo, Kecamatan Tegalombo, Kabupaten Pacitan, Minggu (12/7/2026).
Secara teknis, Jembatan Gantung Perintis Garuda yang melintasi Sungai Dhedem ini dirancang memiliki spesifikasi panjang 40 meter dan lebar 1,20 meter dengan lebar sungai ± 35 meter. Sementara itu, kedalaman pondasi lubang Anchor yang sedang dikerjakan mencapai sekitar 1,5 meter untuk memastikan stabilitas struktur.
Pembangunan infrastruktur ini ditargetkan dapat memperbaiki aksesibilitas dan konektivitas antarwilayah di Kecamatan Tegalombo khususnya di Dusun Mojo. Keberadaan jembatan permanen dinilai menjadi kebutuhan penting untuk mendukung mobilitas harian warga yang selama ini terbatas oleh kondisi geografis sungai.
Totok menambahkan, jika proyek ini rampung, akses masyarakat untuk keperluan ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan sosial diharapkan dapat berjalan lebih lancar. Keterlibatan aktif warga dalam sistem gotong royong ini juga dipandang sebagai upaya percepatan pembangunan sekaligus bentuk sinergi antara TNI dan masyarakat dalam penguatan infrastruktur pedesaan.
Posting Komentar
0Komentar