Dinkes Pacitan Intensifkan Pengawasan Takjil Ramadan, Pastikan Bebas E-Coli dan Zat Berbahaya

Kabar Jatim News
By -
0

Kabarjatimnews.id | PACITAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pacitan mengintensifkan pembinaan dan pengawasan pangan serta takjil selama Ramadan 1447 Hijriah. Langkah ini dilakukan untuk memastikan makanan dan minuman yang beredar di masyarakat aman dikonsumsi dan memenuhi standar kesehatan.

Pengawasan difokuskan pada sejumlah titik keramaian, mulai dari pasar tradisional, kawasan publik, hingga sentra penjualan takjil musiman yang ramai dikunjungi warga menjelang waktu berbuka puasa.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Pacitan, Nunuk Irawati, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk melakukan pemeriksaan takjil selama bulan Ramadan.

“Kegiatan ini sebagai upaya preventif untuk menjamin keamanan pangan selama Ramadan. Kami ingin memastikan bahan baku hingga takjil siap saji yang dikonsumsi masyarakat benar-benar aman,” ujar 
Nunuk di sela pemantauan, Selasa (3/3/2026).

Secara jadwal, pemeriksaan dilaksanakan selama dua hari, 3–4 Maret 2026. Lokasi pengawasan meliputi Pasar Minulyo, kawasan sekitar Alun-alun Pacitan, Pasar Arjowinangun, Pasar Arjosari, serta lapak-lapak penjual takjil di sepanjang jalan.

Menurut Nunuk, pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, dimulai dari bahan baku yang dijual di pasar hingga produk takjil siap santap pada sore hari. Selain inspeksi langsung di lapangan, petugas juga mengambil sampel untuk diuji di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Dinkes Pacitan.

Sampel tersebut akan menjalani uji bakteriologis dan kimiawi. Untuk uji bakteriologis, pemeriksaan difokuskan pada kemungkinan kandungan bakteri Escherichia coli (E-coli). Sementara uji kimia dilakukan untuk mendeteksi zat berbahaya seperti Rhodamin B, Methanil Yellow, boraks, dan formalin.

“Secara visual kami belum menemukan hal-hal yang mencurigakan. Namun, hasil pastinya tetap menunggu uji laboratorium. Mudah-mudahan seluruh sampel dinyatakan aman,” tambahnya.

Nunuk menegaskan, pengawasan pangan selama Ramadan merupakan agenda rutin setiap tahun, mengingat meningkatnya konsumsi takjil dan makanan siap saji pada bulan suci. Ia berharap para pedagang tetap menjaga kebersihan, kualitas bahan baku, serta tidak menggunakan zat tambahan berbahaya demi keuntungan sesaat.

Di sisi lain, Dinkes juga mengimbau masyarakat agar lebih selektif saat membeli takjil. Warga diminta memilih tempat berjualan yang bersih, memperhatikan warna makanan yang tidak mencolok secara berlebihan, serta memastikan kemasan dan penyajian dalam kondisi baik.

“Keamanan pangan adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah melakukan pengawasan, pedagang menjaga kualitas, dan masyarakat bijak dalam memilih,” pungkasnya.

Dengan pengawasan yang intensif dan partisipasi semua pihak, Dinkes Pacitan berharap konsumsi takjil selama Ramadan dapat berlangsung aman, sehat, dan memberikan ketenangan bagi masyarakat dalam menjalankan ibadah puasa. (BBG)
Tags:

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)