Kabarjatimnews.id | PACITAN – Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca) Bandar menggelar Musyawarah Antar Desa (MAD) bersama BUMDesma Gunung Sewu dalam rangka penyampaian laporan pertanggungjawaban Tahun Anggaran 2025 dan penyusunan rencana kerja 2026. Kegiatan berlangsung di kantor Bumdesma Gunung Sewu, Kecamatan Bandar, Kabupaten Pacitan, Selasa (24/2/2026).
Musyawarah tersebut dihadiri Camat Bandar Herman Ramahi, Danramil 0801/06 Bandar Kapten Arm Abdul Radjak, Kapolsek Bandar AKP Agus Budiono, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Pacitan Sugiyem, jajaran pengurus dan pengawas Bumdesma, para kepala desa se-Kecamatan Bandar, anggota BKAD, ketua kelompok Simpan Pinjam Perempuan (SPP), serta pendamping desa.
MAD bertujuan menyampaikan secara terbuka laporan pengelolaan dan pemanfaatan dana Bumdesma sepanjang tahun 2025 kepada seluruh desa peserta. Selain itu, forum ini menjadi ruang evaluasi sekaligus perumusan program pemberdayaan masyarakat untuk tahun 2026 agar lebih efektif dan sesuai kebutuhan riil warga desa.
Direktur Utama Bumdesma Gunung Sewu dalam paparannya menjelaskan capaian program, realisasi anggaran, serta kendala yang dihadapi selama tahun berjalan. Ia menegaskan komitmen pengurus untuk terus meningkatkan tata kelola yang profesional dan akuntabel.
“Kami berupaya menjaga kepercayaan desa-desa anggota dengan laporan yang terbuka dan pengelolaan yang sesuai aturan. Masukan dari peserta MAD menjadi bahan penting untuk perbaikan ke depan,” ujarnya.
Danramil 0801/06 Bandar Kapten Arm Abdul Radjak mengapresiasi pelaksanaan musyawarah yang mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas.
“Sinergi antar desa sangat penting dalam mengelola dana pemberdayaan. Pengelolaan yang baik akan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di sektor ekonomi produktif dan pengembangan usaha warga,” kata Danramil.
Ia berharap perencanaan program tahun anggaran 2026 disusun secara matang melalui musyawarah mufakat, sehingga dana yang tersedia dapat dimanfaatkan optimal dan tepat sasaran. Kehadiran aparat kewilayahan, lanjutnya, merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah desa dalam membangun serta memberdayakan masyarakat.
Sementara itu, perwakilan Dinas PMD Pacitan menekankan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi dan penguatan pengawasan internal agar pengelolaan Bumdesma semakin kredibel.
Kegiatan MAD berlangsung tertib dan lancar, dengan sesi diskusi yang memberi ruang bagi desa-desa untuk menyampaikan evaluasi dan usulan program. Para peserta sepakat mendorong peningkatan kualitas perencanaan serta pengawasan bersama.
Melalui forum ini, diharapkan pengelolaan dana oleh BUMDesma Gunung Sewu ke depan semakin transparan, profesional, dan mampu memberikan dampak nyata bagi kemajuan desa-desa di Kecamatan Bandar. Sinergi lintas unsur pemerintahan dan masyarakat menjadi kunci agar program pemberdayaan benar-benar berorientasi pada peningkatan kesejahteraan warga. (red)
Posting Komentar
0Komentar