Kabarjatimnews.id | PACITAN – Memasuki pekan pertama Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi, ratusan warga di Kabupaten Pacitan memadati jalanan untuk mengikuti tradisi rontek gugah sahur, Minggu (22/2/2026) dini hari.
Tradisi tahunan tersebut berlangsung meriah dengan pengawalan ketat aparat gabungan guna memastikan kegiatan berjalan tertib dan aman.
Pengamanan melibatkan unsur TNI, Polri, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta instansi terkait lainnya. Apel kesiapan digelar di depan Kantor Satpol PP Pacitan sebelum kegiatan dimulai sebagai bentuk antisipasi potensi gangguan ketertiban.
Pasiops Kodim 0801/Pacitan, Kapten Inf Totok Wahono, mengatakan antusiasme warga pada akhir pekan cenderung meningkat, terutama di kalangan generasi muda yang memanfaatkan momentum untuk berkumpul dan berpartisipasi dalam tradisi rontek.
“Setiap akhir pekan partisipasi masyarakat memang lebih ramai. Karena itu, pengamanan kami perketat untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya usai apel kesiapan.
Menurutnya, rontek merupakan kearifan lokal yang telah lama menjadi bagian dari budaya masyarakat Pacitan. Tradisi ini ditandai dengan tabuhan alat musik sederhana seperti kentongan bambu, gong, gamelan, serta berbagai ornamen bunyi lain yang dikreasikan secara atraktif oleh peserta.
Kegiatan tidak hanya terpusat di wilayah kota, tetapi juga menyebar hingga ke sejumlah desa dengan ragam kreativitas masing-masing kelompok. Selain sebagai sarana membangunkan sahur, rontek juga menjadi media silaturahmi dan ekspresi seni warga dalam menyemarakkan bulan suci Ramadan.
Aparat keamanan melakukan pengamanan sepanjang rute yang dilalui peserta rontek guna mencegah potensi gangguan ketertiban, seperti kemacetan maupun gesekan antar kelompok. Hingga kegiatan berakhir, situasi terpantau aman dan kondusif.
Pemerintah daerah bersama aparat berharap tradisi rontek tetap dilestarikan sebagai warisan budaya lokal, namun tetap mengedepankan ketertiban, keselamatan, serta saling menghormati antarwarga.
“Kami mendukung penuh pelestarian budaya ini. Namun kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban bersama, agar Ramadan dapat dijalani dengan khusyuk dan penuh kedamaian,” tutupnya. (Red)
Posting Komentar
0Komentar