Kabarjatimnews.id | Pacitan – Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur wilayah Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, sejak Jumat (20/2) sore hingga malam, memicu tanah longsor yang menimpa rumah warga di Dusun Pathuk, Desa Gegeran. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun bagian dinding rumah mengalami kerusakan cukup serius.
Longsor terjadi di rumah milik Sutrisno, warga RT 005 RW 004, Dusun Pathuk. Material tanah menimbun dinding sebelah kanan dan dinding kamar rumahnya akibat intensitas hujan tinggi yang berlangsung beberapa jam.
Babinsa Desa Gegeran, Sertu Mariyanto, mengatakan pihaknya segera merespons laporan warga dengan berkoordinasi bersama Bhabinkamtibmas, aparat desa, serta masyarakat setempat untuk meninjau lokasi kejadian.
“Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Untuk kerugian materiil masih dalam proses pendataan. Kami berharap korban tetap sabar, dan kami akan berupaya membantu meringankan beban yang ada,” ujar Sertu Mariyanto di lokasi kejadian.
Keesokan harinya, Sabtu (21/2/2026), aparat bersama warga menggelar kerja bakti membersihkan material longsor yang menimpa bangunan. Penanganan cepat dilakukan guna mencegah kerusakan lebih lanjut serta mempercepat proses pemulihan rumah terdampak.
“Kami bersama aparat terkait langsung turun ke lapangan. Penanganan cepat penting agar warga merasa terbantu. Harapan kami, rumah Bapak Sutrisno dapat segera direnovasi sehingga kembali layak ditempati,” tambahnya.
Selain penanganan darurat, aparat dan pemerintah desa juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim penghujan. Warga diminta rutin memeriksa kondisi atap, dinding, serta struktur bangunan yang berpotensi rapuh, terutama di wilayah rawan longsor.
“Kesiapsiagaan bersama adalah kunci menghadapi bencana. Dengan kepedulian dan kebersamaan, kita dapat meminimalkan dampak kerugian,” tegasnya.
Sementara itu, Pemerintah Desa Gegeran menyalurkan bantuan darurat berupa sembako dan bahan makanan kepada keluarga terdampak. Salah satu perangkat desa menyatakan, musibah tersebut menjadi tanggung jawab bersama untuk saling membantu.
“Pemdes berupaya hadir dan memberikan dukungan kepada keluarga terdampak. Dengan semangat gotong royong, kami berharap rumah Bapak Sutrisno segera diperbaiki dan kembali digunakan,” ujarnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya solidaritas sosial dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam, khususnya di tengah cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi dalam beberapa waktu ke depan. (Red)
Posting Komentar
0Komentar